Senin, 29 Juni 2009

AWAS... "VIRUS ANTI-SHALAT"

AWAS!!!!!!!!!!!! “ VIRUS ANTI SHALAT”

Shalat adalah tindakan religius yang menjadi symbol dari keimanan seorang muslim. Yang dimaksud dengan kata symbol disini adalah komunikasi yang berjangka panjang. Tindakan manusia melakukan shalat adalah Kepribadian yang melambangkan perasaan cinta yang dalam dan tulus , rasa hormat setinggi-tingginya dan tindakan yang paling jelas sifat presensinya. Tindakan shalat bukanlah hal-hal yang ditutup-tutupi, bukan pula hal terselubung melainkan seluruh diri manusia lahir dan batinnya dihadirkan.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering jumpai orang muslim yang kaya, yang pintar bahkan golongan orang miskin, tidak menegakkan shalat. Mereka mengatakan tidak sempat shalat karena sibuk mengadu nasib dalam rangka mempertahankan hidup.

Mengapa mereka meninggalkan shalat? Mungkin mereka terjangkiti “virus anti-shalat”. Virus ini ada dua macam yaitu virus kiri dan virus kanan. Virus kiri sering menebarkan beberapa alas an yang menguatkan orang agar tetap tidak shalat, antara lain :

- Shalat itu nomor dua (sambil gurau) nomor sati syahadat

- Yang penting hatinya

- Tidak shalat, tapi kan baik sama orang

- Shalat kalau sudah tua

- Shalat kalau sudah kaya

- Makan susah, rumah nggak ada, gimana mau ibadah?

- Saya kan bisa tuup dengan banyak sedekah, bantu anak yatim

- Kalau sudah bangun masjid, jaminan surge

- Tidak shalat tapi kan berhaji berkali-kali

- Dosa saya sangat banyak, nggak akan diampunin

- Salah orang tua saya nggak mau mengajari shalat.

Sedangkan Virus kanan merupakan propaganda dan penyebaran aliran dalam gerakan islam yang mencoba untuk menghapus syari’at shalat. Penghapusan ini bisa parsial, bisa total, bisa dibelokan menjadi ritual yang berbeda. Virus kanan virulensi-nya (ganas) lebih mengerikan. Virus kanan menyebabkan pelakunya merasa hebat dan berwibawa. Orang lain yang melihatnya akan silau, kagum dan sebisa mungkin mengikuti jejak orang yang hebat itu. Bila mereka diberi peringatan, mereka berkata; “ Ilmu kalian belum sampai, tingkatan kami sudah tinggi”. Padahal mereka berada dalam kesesatan yang nyata.

Rassullah saw sendiri tetap mengerjakan shalat sampai akhir hayatnya. Beliau tidak pernah meninggalkan ibadah shalat yang mulia ini, menjaga shalat-shalat sunnahnya. Shalat menjadi perkara penting yang diwasiatkan ketika beliau dijemput ajalnya. Beliau lah manusia yang paling tahu hakekat idup, hakikat agama, hakikat penyembahan, tetapi beliau menjadi contoh terbaik dalam melaksanakan shalat. Suatu kali nabi shalat malam begitu panjangnya, berdiri lama hingga bengkak kakinya. Dalam hadist Bukhari diriwayatkan, Aisyah r.a istri kekasihny berkata, “ Wahai Rasulullah, mengapa engkau melakukanya samapi seperti itu, padahal Allah telah engampuni dosa-dosa engkau?’. Rasul pun menjawab “ afalam akun minas-syaakirin” artinya : : tidak aku termasuk orang-orang yang bersyukur?’. Nabi pun tetap shalat sebagai bentuk rasa syukurnya menjadi hamba yang maksum (dibebaskan dari dosa-dosa)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar